Sering Cemas Berlebihan. Panduan Praktis Mengelola Stres Kerja agar Tidak Berdampak pada Fisik (Psikosomatis)

Charitas Hospital Palembang
Foto Page Detail

"Kepala sering sakit, dada berdebar, atau maag kambuh setiap kali beban kerja meningkat?"

Banyak orang mengira keluhan tersebut hanya disebabkan oleh masalah fisik. Padahal, stres dan kecemasan yang berlangsung terus-menerus juga dapat memengaruhi tubuh. Kondisi ini sering dikenal sebagai psikosomatis, yaitu munculnya atau memburuknya gejala fisik yang dipengaruhi oleh faktor psikologis.

Tekanan pekerjaan, target yang tinggi, hingga kekhawatiran akan penilaian orang lain dapat membuat tubuh terus berada dalam kondisi siaga. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga secara fisik.

Kapan Kecemasan Perlu Diwaspadai?

Merasa cemas sebelum presentasi atau menghadapi evaluasi kerja merupakan hal yang wajar. Namun, kecemasan perlu mendapat perhatian apabila mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya:

  • Sulit tidur karena memikirkan pekerjaan.

  • Pikiran tentang kemungkinan terburuk terus berulang.

  • Sulit berkonsentrasi atau mudah marah.

  • Jantung berdebar, sakit kepala, nyeri otot, atau gangguan pencernaan saat menghadapi tekanan kerja.

  • Tetap merasa cemas meskipun jam kerja telah selesai.

Apabila kondisi ini berlangsung terus-menerus, tubuh dapat mengalami kelelahan akibat stres yang berkepanjangan.

Mengapa Stres atau Cemas Bisa Menyebabkan Keluhan Fisik?

Saat mengalami stres atau cemas, tubuh mengaktifkan respons fight, flight, atau freeze. Respons ini membantu kita menghadapi ancaman dalam jangka pendek. Namun, jika stres terjadi terus-

menerus, tubuh akan tetap berada dalam kondisi tegang sehingga berbagai keluhan fisik dapat muncul, seperti sakit kepala, nyeri otot, gangguan tidur, jantung berdebar, hingga masalah pencernaan.

Perlu dipahami bahwa keluhan psikosomatis bukan berarti gejalanya "dibuat-buat". Gejala tersebut nyata dan dapat mengganggu kualitas hidup, sehingga tetap perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Praktis Mengelola Stres atau Kecemasan di Tempat Kerja

Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan:

  • Kenali pikiran yang muncul. Saat mulai overthinking, tanyakan pada diri sendiri, "Apakah ini fakta, atau hanya kekhawatiran saya?"

  • Fokus pada hal yang dapat dikendalikan. Anda mungkin tidak bisa mengendalikan penilaian orang lain, tetapi Anda dapat mengendalikan usaha, persiapan, dan cara merespons situasi.

  • Dengarkan sinyal tubuh. Jangan abaikan sakit kepala, gangguan tidur, atau nyeri yang sering muncul saat tekanan kerja meningkat. Tubuh sering kali memberikan tanda lebih dahulu.

  • Luangkan waktu untuk menenangkan tubuh. Latihan pernapasan, mindfulness, atau sekadar beristirahat sejenak dapat membantu menurunkan respons stres.

  • Jangan ragu mencari dukungan. Berbagi cerita dengan orang terdekat atau berkonsultasi dengan psikolog dapat membantu Anda memahami penyebab stres sekaligus menemukan strategi mengatasinya.

Jangan Tunggu Sampai Tubuh "Berteriak"

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Mengenali stres atau respons kecemasan sejak dini dan mengelolanya dengan cara yang tepat dapat membantu mencegah munculnya keluhan psikosomatis serta meningkatkan kualitas hidup.

Apabila Anda mengalami stres atau kecemasan yang berkepanjangan atau keluhan fisik yang terus berulang tanpa penyebab medis yang jelas, berkonsultasilah dengan psikolog. Penanganan sejak dini dapat membantu Anda kembali menjalani aktivitas dengan lebih sehat, tenang, dan produktif.

Referensi

American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.; DSM-5-TR). American Psychiatric Association Publishing.
Brosschot, J. F., Gerin, W., & Thayer, J. F. (2006). The perseverative cognition hypothesis: A review of worry, prolonged stress-related physiological activation, and health. Journal of Psychosomatic                                                   Research,                           60(2),      113–124. https://doi.org/10.1016/j.jpsychores.2005.06.074
Craske, M. G., & Barlow, D. H. (2022). Mastery of your anxiety and worry (3rd ed.). Oxford University Press.
Dimsdale, J. E. (Ed.). (2019). APA handbook of psychosomatic medicine and consultation-liaison psychiatry (2nd ed.). American Psychiatric Association Publishing.
Hofmann, S. G., & Gómez, A. F. (2017). Mindfulness-based interventions for anxiety and depression. Psychiatric Clinics of North America, 40(4), 739–749. https://doi.org/10.1016/j.psc.2017.08.008
Kabat-Zinn, J. (2013). Full catastrophe living (Revised ed.). Bantam Books. Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer.
McEwen, B. S. (1998). Protective and damaging effects of stress mediators. The New England Journal of Medicine, 338(3), 171–179. https://doi.org/10.1056/NEJM199801153380307
McEwen, B. S., & Akil, H. (2020). Revisiting the stress concept: Implications for affective disorders.                          The           Journal           of           Neuroscience,           40(1),           12–21. https://doi.org/10.1523/JNEUROSCI.0733-19.2019
National Institute of Mental Health. (2024). Anxiety disorders. https://www.nimh.nih.gov/health/topics/anxiety-disorders
World Health Organization. (2020). Mental health at work. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-at-work
World Health Organization. (2022). Mental disorders. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders

 

📢 Pulihkan Keseimbangan Fisik dan Mental Anda Bersama MyCharitas

Stres kronis yang dibiarkan dapat memicu gangguan psikosomatis yang mengganggu rutinitas kerja dan kebahagiaan Anda. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika keluhan fisik terus berulang seiring dengan meningkatnya tekanan di tempat kerja.

Mengapa Anda Harus Daftar MyCharitas Sekarang? Dalam mengelola kesehatan jiwa dan mengatasi keluhan fisik secara komprehensif, aplikasi MyCharitas mempermudah Anda untuk mendapatkan akses layanan yang terpadu:

  • Konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater: Anda dapat menjadwalkan sesi konsultasi secara privat dan aman di Unit Kesehatan Jiwa (Psikiatri & Psikologi) untuk membantu mengurai sumber stres Anda.

  • Pemeriksaan Medis Menyeluruh: Jika stres telah memicu keluhan berat seperti maag kronis atau jantung berdebar, buat janji temu dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk mendapatkan evaluasi fisik yang tepat.

  • Akses Praktis Tanpa Antre: Hemat waktu dan tenaga Anda dengan melakukan reservasi layanan kesehatan langsung dari ponsel, sehingga Anda dapat fokus sepenuhnya pada pemulihan diri.

"Kesehatan mental Anda adalah fondasi bagi tubuh yang kuat dan produktif. Daftar MyCharitas hari ini agar keluhan fisik dan stres Anda tertangani dengan tepat oleh tim medis profesional."


Kembali
Charitas Mobile Care